Rabu, 21 September 2011

CERPEN


“DUNIA PASTI BERPUTAR”
Terinspirasi dari lagu d’masiv beri kami yang terbaik
By: Ria Ramadhani


        Jakarta,kota yang tak asing dengan jalan yang padat dengan kendaraan,kemiskinan dimana-mana dan ada pula kesombongan manusia akan kaya harta. Manusia yang identik dengan kesombong ketika mereka berada diatas. Seperti salah satu arsitek muda yang sukses bernama Beadles Sam.
        Beadles,seorang arsitek muda yang sukses dalam talentnya. Dari kesuksesan tersebut ia merasa selalu benar dengan apa yang ia kerjakan. Bahkan ia tidak pernah mendengarkan apa yang orang lain katakan baik hal negatif maupun positif. Beadles pun selalu meghamburkan hartanya dengan Cuma-Cuma. Tidak hanya itu,Beadles pun sering kali meremehkan seorang yang hanya pekerja bangunan. Baginya itu adalah pekerjaan yang tiada arti baginya.
        Ketika Beadles sedang diruang kerjanya asistennya datang menghampiri dan mengantarkan pria berbadan besar,tegap dan berkulit hitam pekat. ”permisi pak,ada yang ingin bertemu untuk membicarakan suatu hal yang penting untuk proyek baru bapak” asisten berkata dengan nada yang sopan. ”silahkan” balas Beadles. Laki-laki itu kemudian duduk dengan tenang dan berkata ”perkenalkan saya Nathan ingin menawarkan job untuk menjalankan suatu proyek” cakap Nathan dengan ramah. ”ok,sebelumnya boleh saya lihat keterangan tempat untuk proyek ini” tanya Beadles. ”Oh iya pak segera” jawab Nathan dengan lantang. Lama mereka berbincang-bincang Beadles pun bergegas memberitakan kepada bawahan yang lain.
      'Diruang tempat meeting'.
      ”kita mendapat sebuah proyek baru yaitu membangun sebuah tempat pariwisata di daerah kawasan bandung” kata Beadles. ”apa bapak sudah memastikan semuanya” sanggah rekan lain. ”oh,tidak perlu saya yakin proyek ini akan sukses selama berada di tangan saya” bantah Beadles. ”bagaimana kalau iya akan menipu kita” kata pekerja lain yang ingin meyakinkan. Beadles pun tidak mau kalah,lalu ia berkata ”itu tidak mungkin terjadi,pilihan saya pasti tepat”. Seorang rekannya berkata dengan penuh amarah ”kesombonganmu akan dibalas dan ingat dunia pasti berputar”. Beadles pura-pura tidak mendengar perkataannya.
        Akhirnya dengan sifat keras kepala Beadles,mau tidak mau mereka pun menyetujuinya. Dihadapan bawahannya Beadles menandatangani perjanjian diatas materai. Tanpa ada dana yang diberi oleh pihak Nathan proyek tetap dijalankan menggunakan uang dari Beadles. Dihari-hari yang penuh dengan kejutan selama 1 bulan proyek berjalan lancar. Ketika ditengah proyeknya ia terkejut karena proyek yang ia jalankan di amankan oleh polisi ternyata ia tertipu tanah yang dipakai adalah tanah milik perusahaan pabrik kopi dan saat itu juga iya jatuh miskin. Hartanya habis terkuras,rumah mewahnya lenyap seketika. Semenjak itu Beadles hanya tinggal dirumah petak yang sangat jauh berbeda dari rumah sebelumnya.
        Di pagi hari yang cerah dengan hembusan angin yang berhembus melewati pori-pori kulit putih Beadles. Ia sedang membaca koran untuk mencari lowongan kerja dan ia pun mendaftar satu persatu. Ia mencoba mendaftar menjadi arsitek di perusahaan lain dan ia juga mendaftar sebagai pekerja bagunan karena hanya itulah talent yang iya miliki. Ternyata namanya sudah tercontreng dengan hal buruk yang menimpanya dan ia ditolak sebagai arsitek. Beadles hanya diterima menjadi pekerja bangunan. Beadles merasa malu tetapi sifat kesombongannya tidak pernah habis dan hilang dari dalam hatinya lalu ia berkata dalam hati ”kerja seperti ini bisa saya lakukan tanpa melihat bahkan tanpa mata sekali pun dan saya akan menjadi yang terbaik dari pekerja-pekerja lainnya”.
        Keesokan harinya, dengan cuaca yang sangat mendukung Beadles menjalankan tugasnya menjadi tukang bagunan. Dihari pertama ia menegakkan palanya keaatas seakan dia lah penguasa dan ia tidak pernah sadar bahwa ketika ia diatas Beadles tak hanya sekali merendahkan pekerjaan menjadi seorang pekerja bangunan. Selalu saja ia merasa hebat lagi-lagi dan lagi. Hari-harinya pun berjalan seperti biasa. Beadles tetap lah Beadles,seorang pekerja bangunan yang sombong dan angkuh. Bahkan sudah sampai seperti itu saja ia tidak pernah mengingat tuhan sedikit pun.
        Satu bulan ia telah menjalankan pekerjaan tersebut. Dihari ke 32 ia bekerja, pelindung mata yang  selalu ia bawa saat bekerja tertinggal dirumah. Tetapi ia cuek dan berkata di dalam lubuk hatinya yang penuh dengan kesombongan ”biar sajalah tak perlu saya mengambilnya. Lagi pula saya sudah handal dalam pekerjaan seperti ini karena saya adalah mantan seorang arsitek” lalu ia berbicara dengan lantang ”saya adalah Beadles Sam. Beadles seorang pekerja hebat dan tidak ada yang dapat mensaingi saya” ia berkata dengan bangga sambil menepukan dadanya.
        ’sesampainya ditempat kerja’
        Saat Beadles sedang bekerja,ia ingin mengelas besi yang terdapat pada bangunan tersebut tanpa menggunakan pelindung matanya. Temannya mengingatkannya ”mana pelindung matamu pak,pakailah sebelum mengerjakannya” namun pak Beadles cuek dan tetap melanjutkan tekadnya. Tanpa ia sadari percikan apinya membuat matanya sakit dan ia terjatuh. Karena rasa sakitnya yang sungguh hebat Beadles terbaring tidak berdaya. Beadles dibawa kerumah sakit dan dokter menyatakan kedua matanya tidak dapat berfungsi dengan normal. Ia terkejut dan daya tubuhnya menurun drastis. Aktivitasnya menjadi terganggu. Beruntung ia memiliki adik perempuan yang sangat baik bahkan selalu menemani dan membantu aktivitas-aktivitasnya.
        Sampai akhirnya Beadles sadar akan kesalahannya dan kelakuannya yang sombong mengakibatkan hal buruk menimpanya dan saat itulah ia percaya dunia pasti berputar. Manusia akan terjatuh ketika mereka sombong dan tidak pernah mengingat bahwa diatas yang terhebat ada yang sungguh luar biasa hebatnya yaitu tuhan. Cobaan buruk yang menimpanya membuatnya berubah dan tidak ingin mengulang hal-hal yang sangat tidak disukai oleh sang pencipta, ia juga menjadi lebih sering beribadah.
        Ditengah kesedihannya dan sunyinya malam ia berdoa,meminta maaf kepada allah. ”tuhan,aku memang hebat dihadapan orang lain. Tetapi aku sangat lemah dihadapanmu tuhanku.tuhan,maafkan perbuatanku yang sangat tidak terpuji sebelumnya. Aku berjanji ya tuhan aku akan menebus kesalahanku selama ini dan aku akan meminta maaf kepada mereka yang telah aku kucilkan dan aku rendahkan. Tuhan terimalah maafku dan tobatku. Ubahlah hidupku menjadi lebih baik,amin”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar