“DUNIA PASTI BERPUTAR”
Terinspirasi dari lagu
d’masiv beri kami yang terbaik
By: Ria Ramadhani
Jakarta,kota yang tak
asing dengan jalan yang padat dengan kendaraan,kemiskinan dimana-mana dan ada
pula kesombongan manusia akan kaya harta. Manusia yang identik dengan kesombong
ketika mereka berada diatas. Seperti salah satu arsitek muda yang sukses
bernama Beadles Sam.
Beadles,seorang arsitek muda
yang sukses dalam talentnya. Dari kesuksesan tersebut ia merasa selalu benar
dengan apa yang ia kerjakan. Bahkan ia tidak pernah mendengarkan apa yang orang
lain katakan baik hal negatif maupun positif. Beadles pun selalu meghamburkan
hartanya dengan Cuma-Cuma. Tidak hanya itu,Beadles pun sering kali meremehkan
seorang yang hanya pekerja bangunan. Baginya itu adalah pekerjaan yang tiada
arti baginya.
Ketika Beadles sedang diruang
kerjanya asistennya datang menghampiri dan mengantarkan pria berbadan
besar,tegap dan berkulit hitam pekat. ”permisi pak,ada yang ingin bertemu untuk
membicarakan suatu hal yang penting untuk proyek baru bapak” asisten berkata
dengan nada yang sopan. ”silahkan” balas Beadles. Laki-laki itu kemudian duduk
dengan tenang dan berkata ”perkenalkan saya Nathan ingin menawarkan job untuk
menjalankan suatu proyek” cakap Nathan dengan ramah. ”ok,sebelumnya boleh saya
lihat keterangan tempat untuk proyek ini” tanya Beadles. ”Oh iya pak segera”
jawab Nathan dengan lantang. Lama mereka berbincang-bincang Beadles pun bergegas
memberitakan kepada bawahan yang lain.
'Diruang tempat meeting'.
”kita mendapat sebuah proyek baru yaitu membangun sebuah tempat pariwisata di daerah kawasan bandung” kata Beadles. ”apa bapak sudah memastikan semuanya” sanggah rekan lain. ”oh,tidak perlu saya yakin proyek ini akan sukses selama berada di tangan saya” bantah Beadles. ”bagaimana kalau iya akan menipu kita” kata pekerja lain yang ingin meyakinkan. Beadles pun tidak mau kalah,lalu ia berkata ”itu tidak mungkin terjadi,pilihan saya pasti tepat”. Seorang rekannya berkata dengan penuh amarah ”kesombonganmu akan dibalas dan ingat dunia pasti berputar”. Beadles pura-pura tidak mendengar perkataannya.
'Diruang tempat meeting'.
”kita mendapat sebuah proyek baru yaitu membangun sebuah tempat pariwisata di daerah kawasan bandung” kata Beadles. ”apa bapak sudah memastikan semuanya” sanggah rekan lain. ”oh,tidak perlu saya yakin proyek ini akan sukses selama berada di tangan saya” bantah Beadles. ”bagaimana kalau iya akan menipu kita” kata pekerja lain yang ingin meyakinkan. Beadles pun tidak mau kalah,lalu ia berkata ”itu tidak mungkin terjadi,pilihan saya pasti tepat”. Seorang rekannya berkata dengan penuh amarah ”kesombonganmu akan dibalas dan ingat dunia pasti berputar”. Beadles pura-pura tidak mendengar perkataannya.
Akhirnya dengan sifat keras
kepala Beadles,mau tidak mau mereka pun menyetujuinya. Dihadapan bawahannya Beadles menandatangani perjanjian diatas materai. Tanpa ada dana yang diberi oleh pihak
Nathan proyek tetap dijalankan menggunakan uang dari Beadles. Dihari-hari yang
penuh dengan kejutan selama 1 bulan proyek berjalan lancar. Ketika ditengah
proyeknya ia terkejut karena proyek yang ia jalankan di amankan oleh polisi
ternyata ia tertipu tanah yang dipakai adalah tanah milik perusahaan pabrik
kopi dan saat itu juga iya jatuh miskin. Hartanya habis terkuras,rumah mewahnya
lenyap seketika. Semenjak itu Beadles hanya tinggal dirumah petak yang sangat
jauh berbeda dari rumah sebelumnya.
Di pagi hari yang cerah
dengan hembusan angin yang berhembus melewati pori-pori kulit putih Beadles. Ia sedang
membaca koran untuk mencari lowongan kerja dan ia pun mendaftar satu persatu.
Ia mencoba mendaftar menjadi arsitek di perusahaan lain dan ia juga mendaftar
sebagai pekerja bagunan karena hanya itulah talent yang iya miliki. Ternyata
namanya sudah tercontreng dengan hal buruk yang menimpanya dan ia ditolak
sebagai arsitek. Beadles hanya diterima menjadi pekerja bangunan. Beadles merasa
malu tetapi sifat kesombongannya tidak pernah habis dan hilang dari dalam
hatinya lalu ia berkata dalam hati ”kerja seperti ini bisa saya lakukan tanpa
melihat bahkan tanpa mata sekali pun dan saya akan menjadi yang terbaik dari
pekerja-pekerja lainnya”.
Keesokan harinya, dengan
cuaca yang sangat mendukung Beadles menjalankan tugasnya menjadi tukang bagunan.
Dihari pertama ia menegakkan palanya keaatas seakan dia lah penguasa dan ia
tidak pernah sadar bahwa ketika ia diatas Beadles tak hanya sekali merendahkan
pekerjaan menjadi seorang pekerja bangunan. Selalu saja ia merasa hebat
lagi-lagi dan lagi. Hari-harinya pun berjalan seperti biasa. Beadles tetap lah Beadles,seorang pekerja bangunan yang sombong dan angkuh. Bahkan sudah sampai
seperti itu saja ia tidak pernah mengingat tuhan sedikit pun.
Satu bulan ia telah
menjalankan pekerjaan tersebut. Dihari ke 32 ia bekerja, pelindung mata
yang selalu ia bawa saat bekerja
tertinggal dirumah. Tetapi ia cuek dan berkata di dalam lubuk hatinya yang
penuh dengan kesombongan ”biar sajalah tak perlu saya mengambilnya. Lagi pula
saya sudah handal dalam pekerjaan seperti ini karena saya adalah mantan seorang
arsitek” lalu ia berbicara dengan lantang ”saya adalah Beadles Sam. Beadles seorang pekerja hebat dan tidak ada yang dapat mensaingi saya” ia berkata
dengan bangga sambil menepukan dadanya.
’sesampainya ditempat kerja’
Saat Beadles sedang bekerja,ia
ingin mengelas besi yang terdapat pada bangunan tersebut tanpa menggunakan
pelindung matanya. Temannya mengingatkannya ”mana pelindung matamu pak,pakailah
sebelum mengerjakannya” namun pak Beadles cuek dan tetap melanjutkan tekadnya.
Tanpa ia sadari percikan apinya membuat matanya sakit dan ia terjatuh. Karena rasa sakitnya yang
sungguh hebat Beadles terbaring tidak berdaya. Beadles dibawa kerumah sakit dan
dokter menyatakan kedua matanya tidak dapat berfungsi dengan normal. Ia
terkejut dan daya tubuhnya menurun drastis. Aktivitasnya menjadi terganggu.
Beruntung ia memiliki adik perempuan yang sangat baik bahkan selalu menemani
dan membantu aktivitas-aktivitasnya.
Sampai akhirnya Beadles sadar
akan kesalahannya dan kelakuannya yang sombong mengakibatkan hal buruk
menimpanya dan saat itulah ia percaya dunia pasti berputar. Manusia akan
terjatuh ketika mereka sombong dan tidak pernah mengingat bahwa diatas yang
terhebat ada yang sungguh luar biasa hebatnya yaitu tuhan. Cobaan buruk yang
menimpanya membuatnya berubah dan tidak ingin mengulang hal-hal yang sangat
tidak disukai oleh sang pencipta, ia juga menjadi lebih sering beribadah.
Ditengah kesedihannya dan
sunyinya malam ia berdoa,meminta maaf kepada allah. ”tuhan,aku memang hebat
dihadapan orang lain. Tetapi aku sangat lemah dihadapanmu tuhanku.tuhan,maafkan
perbuatanku yang sangat tidak terpuji sebelumnya. Aku berjanji ya tuhan aku
akan menebus kesalahanku selama ini dan aku akan meminta maaf kepada mereka
yang telah aku kucilkan dan aku rendahkan. Tuhan terimalah maafku dan tobatku.
Ubahlah hidupku menjadi lebih baik,amin”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar